Koperasi Jaringan Masyarakat Indonesia Sejahtera (KJMIS) merupakan badan usaha berbentuk koperasi yang berdiri pada tanggal 12 Desember 2017 sesuai dengan keputusan MENTERI KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH NOMOR : 006503/BH/M.KUKM.2/XII/2017.

KJMIS berbentuk Koperasi Primer Nasional yang berbasis digital modern, dimana anggota dapat mengakses sendiri platform dari handphone mereka. Pendirian KJMIS adalah deklarasi SDM Bansos Pangan, SDM PKH, serta KPM dari beberapa wilayah propinsi untuk membentuk Koperasi Primer Nasional, sesuai dengan akte notaris Hj. Huriah Sadeli, SH no 12. KJMIS dijalankan oleh orang orang professional dengan tujuan untuk kepentingan bersama dengan asas kekeluargaan yang berdsarkan pada prinsip gerakan ekonomi rakyat, sesuai dengan amanat UU Koperasi No 25 tahun 1992. Pada Undang Undang tersebut pada pasal 4 menjalankan bahwa koperasi berfungsi dan berperan untuk mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi untuk anggotanya. Langkah ini sejalan dengan realisasi Nota Kesepahaman antara Menteri Sosial dengan Menteri Koperasi UKM tahun 2013.

Tujuan utama KJMIS adalah membantu pemerintah untuk mengentaskan masalah kemiskinan. Untuk merealisasikan tujuan tersebut, telah ditanda tangani Nota Kesepahaman antara Direktur Jenderal Penanganan Fakir miskin dengan Koperasi Jaringan Masyarakat Indonesia Sejahtera (KJMIS) tentang Pemberdayaan Kelompok Usaha Bersama Dalam Rangka Penanganan Fakir Miskin 7 Oktober 2018.

KJMIS memilki usaha ekonomi, Simpan Pinjam, Pelayanan Pembayaran tagihan bulanan (PPOB), dan retail warung sembako. KJMIS melakukan berbagai inovasi, melalui platform digital modern yang dikembangkan. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah untuk transportasi pembelian bahan pangan pokok untuk anggota, dimana melalui transportasi online Golek, KPM akan menerima belanjaannya di rumah mereka masing masing. Demikian juga Pelayanan penyaluran Bansos dapat di akses dengan mudah oleh KPM.

Konsep kepemilikan dalam KJMIS selalu setara antar anggota, tidak peduli berapa banyak modal yang dimiliki, dan hal ini menguntungkan bagi KPM. KJMIS secara unik menempatkan anggotanya sebagai pemiliknya, dan sebagai pelanggan abadinya. Seorang anggota Koperasi yang loyal diharapkan dapat memanfaatkan KJMIS miliknya sendiri sebagai tempatnya berbelanja. Potongan harga dan bonus pun harus diberikan oleh Koperasi bagi anggotanya yang berbelanja di koperasi E-Warong nya sendiri. Belanja anggota ini pun akan menjadi perhitungan bagi pembagian sisa hasil usaha yang akan diterima.

Sebagai sarana pembagi kesejahteraan lainnya, KJMIS akan membagikan Sisa Hasil Usahanya selama setahun kepada anggotanya. Ini membuktikan kembali identitas KJMIS yang melakukan kegiatan bisnis dari anggotanya, dan keuntungannya dibagikan kembali ke anggota.

KJMIS Koperasi digital dilaunching oleh Bapak Menteri Sosial tanggal 12 Maret 2019 di GAB Kemensos Jakarta.