Kartu Sembako Murah Kurangi Beban Masyarakat Prasejahtera

Jakarta: Kementerian Sosial (Kemensos) masih merumuskan program Kartu Sembako Murah dengan berbagai kementerian. Kartu Sembako Murah pertama kali diungkapkan oleh Presiden Joko Widodo pada akhir Februari 2019.

“Masih dirumuskan dengan berbagai kementerian, khususnya Kementerian Keuangan dan Kementerian PPN/Bappenas,” ujar Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, ditemui di kantor pusat Kemensos, Jakarta, Selasa, 12 Maret 2019.

Agus mengatakan Kemensos menyiapkan tiga pilihan untuk menerapkan Kartu Sembako Murah. Salah satunya ialah mentransformasi bantuan pangan non-tunai (BPNT) menjadi Kartu Sembako Murah.

“Ini baru opsi (pilihan) ya. Dari tiga opsi, salah satunya transformasi BPNT ke Kartu Sembako Murah,” ujarnya.

Agus mengapresiasi program Kartu Sembako Murah yang diungkapkan Presiden Jokowi. Menurutnya, Kartu Sembako Murah merupakan bentuk kehadiran negara untuk masyarakat pra sejahtera dan diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran masyarakat pra sejahtera.

Sebelumnya, Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Usman Kansong, menyebut program Kartu Sembako Murah tak akan tumpang tindih dengan program bansos yang sudah ada.

Kartu Sembako Murah justru meningkatkan program bansos yang ada, seperti BPNT. “Ini akan ditingkatkan lagi, nomor satu jumlah penerimanya, nomor dua peruntukkannya, lebih luas, dan bisa lebih spesifik,” kata Usman.

Usman mengatakan, program Kartu Sembako Murah dan dua kartu sakti lain dihadirkan untuk meningkatkan bansos. Yang jelas, kata dia, semangat program tiga kartu sakti baru ini adalah untuk menyubsidi orang, bukan barang.

Sumber